Thursday, March 5, 2015

BUKU: RAHSIA DI BALIK NIKMATNYA MENGHAFALKAN AL-QUR'AN

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

Dibawah ini ialah isi buku :

RAHSIA DI BALIK NIKMATNYA MENGHAFALKAN AL-QUR'AN

 

 

1. Adanya inspirasi
  Orang yang ingin menghafal al-Qur'an biasanya lahir dari keinginannya untuk membuktikan bahwa dirinya mampu memindahkan ayat-ayat al-Qur'an yang demikian banyak ke benak dan memory kita. biasanya inspirasi ini datang ketika kita mendengar pengalaman, cerita dan kisah seorang hafiz. 

Lalu dari cerita itu muncullah keinginan untuk bisa seperti dia. Kebanyakan yang membuat semangat sangat kuat adalah ingin bertaqorrub kepada ALlah via 'surat cinta-Nya'. Selain itu, ia juga terdorong dari kemampuannya yang rasa-rasanya tidak jauh beda dari orang yang dia dengar ceritanya. 

Artinya, mungkin ia berpikiran: "Kalau dia aja bisa, kenapa saya tidak bisa? Berarti saya harus bisa." Wong makannya sama, nasi, 'keluarnya' sama, jalannya sama, matanya sama, tidurnya juga sama dan yg penting lagi Tuhannya juga sama. Nah, dari sinilah muncul keinginan untuk menghafal al-Qur'an. Mengingat begitu besarnya derajat orang yang menghafal al-Qur'an dan mengamalkannya di sisi Allah. Dan itu adalah ganjaran khusus and spesial buat mereka. Pastinya kita akan termotivasi doong. Selain itu juga orang mau bekerja keras all out menghafal al-Qur'an karena, al qur'an berfungsi sebagai lahirnya banyak inspirasi dan ide-ide brilian. 
  Coba alami dan buktikan sendiri. Pas anda bacaa al-Qur'an dgn penuh peresapan dan penghayatan, pasti makna-makna yang dikandung ayat-ayatnya akan mengalir dalam pikiran dan alam bawah sadar anda. Khitab (wejangan-wejangan) ilahi akan mengalir deras dalam pikiran dan otak anda. Makna demi makna, pemahaman demi pemahaman menguasai memori anda. Apa yg anda rasakan saat itu? 

Paham, tambah sesuatu yg baru ttg isi kandungan al-Qur'an...atau malah BINGUNG DAN NGANTUK?? Pasti yg biasa kita rasakan -diawal-awal- yg terakhir itu. Biasanya bagi orang yang pertama kali belajar interaksi butuh waktu tuk bisa paham dan melakukan tadabbur (penghayatan). Kalau jarang-jarang mah, stengah2 dapetnya. 

Untuk lebih jelasnya, anda perlu tahu pengalaman berharga Dr.Yusuf Qordhowi. Tau khan?! Diceritakan bahwa setiap kali beliau membaca al-Qur'an dgn penuh penghayatan dan tadabbur, beliau langsung mendapatkan inspirasi tentang suatu hal. Karena mendalam dan padatnya isi al-Qur'an bak samudra tak terbatas, hampir setiap ayat yang beliau lewati ada saja keinginan untuk beliau bukukan dalam sebuah karya kitab. Dan nyatanya benar. 


Saat ini beliau termasuk ulama besar Islam yang paling produktik dengan berbagai karya-karya besar untuk umat ini. Dan tentunya itu semua berawal dari inspirasi yg beliau peroleh dari perenungan panjang bersama ayat-ayat Allah swt. So, bagaimana dengan kita?! Mari kita contoh jejak langkah beliau dalam berinteraksi dgn al-Qur'an. Itu baru sekilas yg kita tahu. Padahal masih sangaaat banyak faedahnya...
2. Yakin / Believe
  Orang yang belajar al-Qur'an harus yakin dengan kebesaran Allah swt. Karena Qur'an bukanlah bahasa manusia. Bukan ucapan makhluk lainnya. Tapi ia adalah firman Allah dan perkataan-Nya yg agung dan mulia. Makanya sangat patut jika kita, setiap muslim untuk selalu yakin dengan janji-janji dan pesannya yg sangat mulia. Tidak ada kebatilan di dalamnya. 
  Oleh karena itu siapapun kita ketika hendak membaca dan interaksi dgn al-Qur'an maka harus percaya bahwa setiap kalimat, perintah, larangan dan seluruh instruksinya harus direspon sepenuh hati. Yakin bahwa segala titah-Nya membuat kita yakin dengan hidup ini. Yakin dengan nasib dan masa depan kita yang cerah. Yakin bahwa jika kita menjadikan al-Qur'an imam (leader) dalam hidup ini maka kita akan sukses, bahagia, jaya dan mendapat ridha dan berkahnya. Semakin banyak kita baca al-Qur'an dengan baik, benar dan rutin maka akan semakin baik pula hubungan kita diri sendiri, dgn alam sekitar dan kehidupan pada umumnya.


3. Bertindak
  Faizaa 'azamta fatawakkal 'alallah (Apabila kamu sudah bertekad bulat maka bertawakkallah kepada Allah..) Begitu kata Allah dalam al-Qur'an. Pada aktivitas apapun kalau kita sudah oke dan matang dalam perencanaan, maka satu-satu action yang bisa mewujudkan rencana itu adalah segera bertindak (action). Jika anda sudah bulat untuk menghafal al-Qur'an dengan segala kesiapannya maka lakukanlah segera. Luangkan waktu anda secara lebih untuk al-Qur'an dan semua aktivitas penunjang lainnya, seperti mencari komunitas para huffaz dll. Karena setidaknya ada 2 macam kebiasaan yang akan anda temui pada saat melakukannya. Yaitu membosankan. Dan yang kedua, harus ekstra sabar, karena monoton. Apabila kita menghafal seorang diri khawatir kita akan menghadapi banyak hambatan yang tak terselesaikan yang pada akhirnya berujung pada kemalasan dan hilangnya gairah. Akhirnya BERHENTI DI TENGAH JALAN. Tapi kita jangan berkecil hati, karena kata sebuah pepatah:
  من عرف ما يطلب هان عليه ما يبذل
  Siapa yang mengenal seluk-beluk apa yang ia cari
  Maka akan mudahlah apa yang kerahkan

  Jadi jelas menghafal al-Qur'an adalah yang utama daripada aktivitas lainnya. Belajar al-Qur'an itu -dengan segala ilmu yg dikandungnya- adalah suatu pekerjaan yang terbaik seperti kata nabi kita:
  خيركم من تعلم القرآن وعلمه
  "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya."
  Jangan sampai kita diistilahkan orang yang NATO 'No Action Talk Only' atau OMDO (Omong doan gak berbuat). Saya yakin kalau anda sudah menghafal pasti anda tidak akan pernah puas dibuatnya untuk terus beramal dan beramal sampai bertemu Sang Khaliq dengan kepuasan mencintai al-Qur'an.


4. Sabar
  Pengalaman saya mengatakan bahwa nampaknya pekerjaan yang paling menantang dan harus ekstra sabar adalah menghafal al-Qur'an. Saya katakan ekstra sabar karena kita akan melakukan pekerjaan yang sangat lama, konsentrasi dan fokus. Saat menghafal, bayangkan anda harus sabar dengan ayat demi ayat, halaman demi halaman, lembar demi lembar, surat demi surat dan juz demi juz yang anda lalui. Belum lagi kemonotonan yang hinggap. Dan juga gangguan sana-sini yang memaksa kita untuk 'membelok' dari aktivitas menghafal. Begitu pula dengan variasi ayat-ayatnya yang panjang dan pendek, kalimat ada yang sulit dibaca (ayat mutasyabihat) dan serupa tapi tak sama. yang lainnya, suara harus dijaga jangan sampai habis dan serek. Dll. Tapi jangan khawatir itu semua akan menjadi kenangan indah yang takkan terlupakan seumur hidup bagi sebuah cerita kesuksesan anda. Itu akan menjadi cermin ketahanan dan kekuatan anda dalam menghadapi persoalan hidup. Itulah yang penulis alami. Syukur walhamdulillah. 

5. Konsisten

  Seorang yang sedang menghafal al-Qur'an hendaknya selalu konsisten dengan pekerjaannya itu. Konsisten dalam arti ia bisa rajin dan rutin menghafal ayat demi ayat, walau menemukan kesulitan di tengah jalan. Karena tabiat menghafal al-Qur'an itu susah-susah gampang. Kadang kita dihadapkan dengan ayat-ayat yang sudah familiar (sering kita dengar) seperti ولله ما فى السموات والأرض, والله على كل شيء قدير, atau juga dengan ayat-ayat yang pernah kita hafal dan pernah kita dengar secara tidak sengaja saat lewat di samping masjid atau musholla yang sedang diperdengarkan lantunan al-Qur'an dll. Tentunya itu akan sangat membantu kita dalam menghafal dan membuat kita lebih bersemangat lagi. Inilah yang kemudian kita terbersit dalam hati, 'Lah ternyata menghafal al-Qur'an itu mudah yah..' eit baru ngerasain neh. Kalo kamu sudah merasa ada banyak kemudahan dan terbantu dengan faktor-faktor eksternal seperti di atas, maka bersukurlah atas karunia ALlah pada anda. Ternyata betul, bahwa janji Allah itu benar adanya. Coba simak kembali ayat:

ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر
"Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur'an itu untuk dipelajari (dihafal dll). Lalu apakah ada yang mau mengambil pelajaran darinya." (Al Qur'an surat al-Qomar)
   
Bayangin aja sobat, teman...
  Betapa Allah selalu memanjakan diri kita dengan pembelajaran dalam hidup ini, selama kita ada usaha dan konsisten. Kayaknya kita harus sadar dan berpikir lagi bahwa menghafal al-Qur'an yang dibayangkan sebagai momok yang menyusahkan dan menyita rasa 'cape' itu harus segera dienyahkan dari pikiran kita. 
  Penulis yakin, anda yang saat ini tengah berupaya menghafal al-Qur'an atau ingin menghafal al-Qur'an, hal pertama yang harus dihadirkan dalam pikiran adalah perasaan mudah, berjuang dan percaya dengan janji Allah bagi orang-orang yang mau berusaha. Karena passwordnya adalah فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.

  So, ya jalanin aja prosesnya. Toh emang begitu karakternya. Bahkan bukan cuma saat kita sedang menghafal al-Qur'an. Tapi juga dalam hal lain yang sifatnya menantang dan menguji nyali kita. Yang penting kita tetap yakin pada Allah dan ulet dalam melakukannya sampai Allah sampaikan kesuksesan atas apa yang kita cita-citakan.

6. Komunitas.
   
  Kata nabi kita, المرء مع من أحب 'Seseorang itu bersama orang yang disukai. Dalam hal apapun. Apalagi kalo bicara menghafal al-Qur'an. Orang yang sedang 'ngafal al-Qur'an jelas harus punya komunitas tersendiri. Walaupun dalam kategori ini langkah dan tidak banyak, mengingat tidak banyak kaum muslim yang memiliki atensi yang besar dengan 'yang satu ini'. Yang pasti ada. Tinggal kita mencari 'komunitas pilihan Allah' ini. 

  Alhamdulillah, selama menghafal dulu, penulis berteman dengan pafa huffaz yang 'aktif' dengan pekerjaannya, yaitu review (muroja'ah) hafalan, mengkaji isinya, tadabbur ayat-ayatnya dan men-charge spirit dengan 'kekuatan' al-Qur'an (baca: kekuatan Allah). Kalo tidak salah, sekitar 20 orang huffaz yang penulis akrabi. Mereka itu adalah KH. Abdul Aziz abdul Rauf Lc (Inspirator penulis dalam menghafal), Ust. Sufyan Nur, ust. Yusron Bakar, ust Hizbullah Undu, ust. Abdus shomad, ust. Munir, ust. Muzzammil dan lainnya (selebihnya penulis lupa). Dari mereka inilah saya menimba banyak hal. Pengalaman, curhat, diskusi dan hal-hal lainnya seputar Interaksi dengan al-Qur'an. Itu yang penulis alami dahulu saat 'berguru' di al-Hikmah, Bangka tahun 1992 -an. Tentunya tema al-Qur'an di blog ini adalah salah satu dorongannya. Tapi sebenarnya banyak lagi perasaan-perasaan dan hikmah-hikmah lainnya yang saya rasakan untuk kehidupan. 
   
  Saat ini saya juga aktif di Forum Penghafal al-Qur'an dengan nama 'Muntada Ahlil Qur'an' (The Quranic Community), tempat 'ngumpulnya' para sahabat dan pecinta al-Qur'an. Insya Allah forum ini akan membantu siapa saja -termasuk anda tentunya- untuk belajar al-Qur'an dan Islam. Forum ini melayani anda secara indoor, out atau juga online bagi yang sibuk dan berdomisili jauh dari kantor sekretariat Muntada. 

7. Kerja keras

  Anda yang ingin menjadi seorang hafiz harus bekerja keras, layaknya orang yang siap mencapai kesuksesan. Karena aktivitasnya ini lebih bernilai ibadah di sisi Allah dari pada tujuan2 lain, maka selain itu ia harus ikhlas dalam melakukannya. Ingat, menghafal al-Qur'an berarti melestarikan terjaganya keaslian al-Qur'an dari penyimpangan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka-mereka yang sabar dan bekerja keras inilah para pilihan Allah swt. Malah, kerja kerasnya melampaui panjangnya usia waktu siang dalam malam. Karenanya kita -Insya Allah- yang tengah menempuh cita-cita ini, harus meresapi betul arahan nabi tentang interaksi ini. Beliau bilang:

وارزقنا تلاوته آناء الليل وأطراف النهار

   
Dan karuniakanlah kami agar dapat membacanya di awal malam dan di ujung siang...

  Jauh-jauh sebelum kita, Zaid bin Tsabit -sekretaris wahyu Allah- pernah mengatakan 'Memindahkan sebuah gunung dari satu tempat ke tempat yang lain masih lebih ringan bagiku daripada harus membukukan berbagai ayat-ayat al-Qur'an yang sudah tercecer tak menentu.' Karena dahulu itu ayat-ayat al-Qur'an terpencar tidak menentu, lantaran banyaknya sahabat yang hafal dan melestrarikannya di mana-mana. Wow, betapa berat dan besarnya aktivitas itu.

  Dalam sebuah hikmah dikatakan bahwa besarnya ganjaran suatu perbuatan itu bergantung pada kadar perbuatan tersebut. Nah, pastinya Allah akan melebihkan para hamba-Nya yang berkontribusi dalam melestarikan wahyu-Nya daripada aktivitas-aktiviitas lainnya. Bahkan kata nabi SAW, derajat para hamalatul Qur'an menyamai derajat kenabian. Hanya saja sang penghafal al-Qur'an tidak menerima wahyu. Subhanalloh...Tidak inginkah kita menjadi hamba-hamba pilihan-Nya yang dianggap sebagai keluarga-Nya di dunia..

  'Ya Allah jadikanlah kami hamba-hamba pilihan-Mu dan kekasih-Mu dengan al-Qur'an ini...' Amiiin



Cheers,
Zia Anis

*ya ALlah dekatkan aku pada Mu Ya Allah...

No comments:

Post a Comment

Jerman (Germany) Bandar yang ku lawati

 Assalamualaikum and Hi semua, Wie gehts? Alhamdulilah saya sihat. Setelah berkurun tak update harini nak update blog.  Sepertimana tajuk di...